{"data":{"id":6454,"url":"https:\/\/repo.xbbh.net\/items\/6454","status":"published","type":"thesis","title":"ANALISIS WACANA KRITIS PEMBERITAAN PADA SURAT KABAR HARIAN REPUBLIKA","title_alt":null,"abstract":"Pada awal April 2018, media massa, baik media cetak, elektronik dan media online sedang ramai membahas terkait kontroversi puisi yang berjudul Ibu Indonesia. Puisi itu dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, Jakarta Convention Center, Rabu (28\/3\/18).\nSontak saja, puisi yang dibacakan oleh Sukmawati itu langsung direspon oleh masyarakat   Indonesia   dengan   berbagai   cara.   Sejumlah   pihak   pun   ramai-ramai mengecam, menasehati hingga ada yang melaporkan Sukmawati ke Polisi. Alasannya, puisi tersebut dinilai melecehkan agama islam.\nBanyak media yang menyoroti pemberitaan kontroversi puisi Ibu Indonesia ini termasuk di SKH Republika, selama empat hari berturut-turut dari tanggal empat sampai tujuh  April  2018  SKH  Republika  memberitakannya.   Untuk  itu  perlu  diketahui bagaimana SKH Republika mewacanakan pemberitaan kontroversi puisi Ibu Indonesia dilihat dari level teks, kognisi sosial dan kontek sosial?\nAnalisi ini menjawab rumusan pertanyaan wacana apa yang dibangun Republika dalam memberitakan kasus ini. Dalam pemberitaan ini sengaja dikonstruksi oleh Republika dengan gaya bahasa yang tegas. Sehingga membentuk wacana yang dapat menggambarkan pembelaan terhadap kasus tersebut. Republika menyajikan pemberitaan ini lebih banyak menghadirkan tokoh-tokoh muslim daripada masyarakat yang melaporkannya ke Polisi.\nPenelitian ini menggunakan teori analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk. Menurut Eriyanto wacana di sini tidak dipahami semata sebagai studi bahasa. Pada akhirnya, analisis wacana memang menggunakan bahasa dalam teks untuk dianalisis, tetapi bahasa\nyang dianalisis di sini agak berbeda dengan studi bahasa dalam pengertian linguistik\ntradisional. Bahasa dianalisis bukan dengan menggambarkan semata aspek kebahasaan, tetapi juga menghubungkan dengan konteks. Konteks di sini berarti bahasa itu dipakai untuk tujuan dan praktik tertentu, termasuk didalamnya praktik kekuaasaan.\nMelalui ketiga elemen ini, maka dapat disimpulkan bahwa wacana pemberitaan kontroversi puisi Ibu Indonesia ini dikonstruksi oleh SKH Republika dengan pemilihan kata dan maksud pada  teks berita. Secara kognisi sosial terlihat dari  kognisi sosial wartawan SKH Republika yang mendukung pernyataan MUI untuk memaafkan Sukmawati. Wacana yang berkembang di masyarakat banyak yang mengecam hingga melaporkan Sukmawati ke Polisi tetapi MUI mengimbau masyarakat untuk memaafkannya agar tidak menimbulkan kegaduhan.\nKata kunci: Sukmawati, Kontroversi Puisi Ibu Indonesia. Wacana Kritis Teun A Van\nDijk, MUI.","abstract_alt":null,"creators":[{"role":"author","family_name":"Marlina","given_name":"Marlina","orcid":null,"national_id":"C1021411RB5013"},{"role":"advisor","family_name":"Cahyati","given_name":"Witri","orcid":null,"national_id":"0404048401"}],"year":2018,"date_issued":"2018-08-14","publication":null,"volume":null,"issue":null,"pages":null,"publisher":null,"isbn":null,"issn":null,"doi":null,"official_url":null,"institution":"Universitas Sangga Buana YPKP","id_number":null,"thesis_level":"bachelor","publication_status":"published","refereed":null,"keywords":["Kata kunci: Sukmawati","Kontroversi Puisi Ibu Indonesia. Wacana Kritis Teun A Van\nDijk","MUI."],"language":"id","subjects":[],"divisions":[{"code":"70201","name":"S1 Ilmu Komunikasi","pddikti_code":"70201"}],"citation":"Marlina, Marlina (2018) ANALISIS WACANA KRITIS PEMBERITAAN PADA SURAT KABAR HARIAN REPUBLIKA. Universitas Sangga Buana YPKP.","documents":[{"name":"1._COVER.pdf","section":"cover","mime_type":"application\/pdf","size":19129,"sha256":"1086b22977574e9f28f4190d8e922be2ea1f588edd79e4eb6a2dab234bc44a21","access":"public","embargo_until":null,"license":"cc0","url":"https:\/\/repo.xbbh.net\/items\/6454\/files\/1499\/1._COVER.pdf"},{"name":"16._DAFTAR_PUSTAKA.pdf","section":"bibliography","mime_type":"application\/pdf","size":95423,"sha256":"998e3e181d733952402184c68d53abce64e7dc622d164701c5dc5ba49c9abcf5","access":"public","embargo_until":null,"license":"cc0","url":"https:\/\/repo.xbbh.net\/items\/6454\/files\/1500\/16._DAFTAR_PUSTAKA.pdf"},{"name":"11._BAB_I.pdf","section":"chapter_1","mime_type":"application\/pdf","size":187938,"sha256":"af3944864df551314ea7fcc849673f658bd15de3d3747ee3287f35e39f61e7cb","access":"public","embargo_until":null,"license":"cc0","url":"https:\/\/repo.xbbh.net\/items\/6454\/files\/1501\/11._BAB_I.pdf"},{"name":"7._ABSTRAK.pdf","section":"abstract","mime_type":"application\/pdf","size":164781,"sha256":"d353adeee6713ccd7f3e5cacee0737ffa622c76d4f67bd20ee05987621114171","access":"public","embargo_until":null,"license":"cc0","url":"https:\/\/repo.xbbh.net\/items\/6454\/files\/1502\/7._ABSTRAK.pdf"},{"name":"3._HALAMAN_PENGESAHAN.pdf","section":"front_matter","mime_type":"application\/pdf","size":93951,"sha256":"84b218f7bd71a7db6169cca0ad2443f009d43a0f5d8a83704527d6c3adeeecfa","access":"public","embargo_until":null,"license":"cc0","url":"https:\/\/repo.xbbh.net\/items\/6454\/files\/1503\/3._HALAMAN_PENGESAHAN.pdf"},{"name":"4._LEMBAR_PERNYATAAN.pdf","section":"front_matter","mime_type":"application\/pdf","size":153740,"sha256":"b2a4ad0cf080695b20ac4b82775c7a1e5c38a18c509ee8c792e52472f6698a36","access":"public","embargo_until":null,"license":"cc0","url":"https:\/\/repo.xbbh.net\/items\/6454\/files\/1504\/4._LEMBAR_PERNYATAAN.pdf"}],"published_at":"2025-09-08T03:54:53+00:00","updated_at":"2026-10-31T06:29:16+00:00"}}