KAJIAN PENELITIAN PERUBAHAN ALUR SUNGAI AKIBAT OVER FLOW HUJAN DENGAN UJI MODEL HIDROLIK STUDI KASUS CIKAPUNDUNG
Pembimbing: Bakhtiar Abu Bakar
Abstrak
Negara Indonesia termasuk Negara Agraris yang memiliki dua musim yang sangat cocok untuk mengembangkan pertanian, dalam hal ini adalah peningkatan sumber daya pangan guna memenuhi kebutuhan penduduk yang semakin besar. Sungai merupakan saluran terbuka alami di permukaan bumi yang membentang dari daerah hulu yang berupa anak sungai di lereng dataran tinggi, sampai ke daerah hilir yang berakhir dimuara sungai. Sungai bagian hilir umumnya berkelok – kelok (bermeander) dan menjalin, akibatnya morfologi sungai menjadi labil sehingga banyak mengalami perubahan – perubahan bentuk. Penelitian disaluran terbuka ini adalah sebagai acuan untuk pengantar pada penelitian disaluran terbuka dengan material terbuat dari kaca, dimana tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran perubahan alur sungai Cikapundung akibat over flow hujan. Dalam penelitian kali ini dilakukan dengan berbagai model uji, yaitu penelitian yang pertama dilakukan dengan model hidrolik yang tidak menggunakan medium pasir dan checkdam dengan kata lain dasar saluran dianggap licin, penelitian ini hanya menggunakan air yang mengalir tanpa suatu hambatan. Penelitian yang pertama ini untuk memperoleh sifat – sifat aliran sungai yang asli yang belum tersentuh campur tangan manusia (masih alamiah). Berdasarkan hasil penelitian di laboratorium dan analisa pembahasan data hasil penelitian yang di sajikan dalam bentuk tabel dan grafik, Jika semakin besar kedalaman / tinggi permukaan air (Y) maksimum sebesar 1,42 cm maka besar pula debit (Q) yang mengalir maksimum sebesar 852,988 cm3/det.Jika semakin besar debit (Q) maksimum sebesar 852,988 cm3/det yang mengalir maka kecepatan aliran (V) akan meningkat maksimum sebesar 14,99 cm/det.Jika semakin tinggi kedalaman gerusan (ds) maksimum sebesar 3,00 cm maka besar pula tegangan gesernya (τ) maksimum sebesar 9,13 gr/cm/det.Tinggi aliran yang melintas disisi tanggul sebesar 13,20 cm.Penggunaan dua buah checkdam pada pengamatan dengan menggunakan pasir pada dasar model sungai, membuat gerusan yang terjadi semakin besar. Hal ini dikarenakan arus air yang mengalir pada model sungai menjadi semakin deras setelah melewati bangunan checkdam.
Berkas
Detail
- Jenis
- Skripsi / Tesis / Disertasi — Sarjana (S1)
- Institusi
- UNIVERSITAS SANGGA BUANA YPKP BANDUNG
- Status publikasi
- Sudah terbit
- Program studi
- S1 Teknik Sipil · kode PDDikti 22201
- Bahasa
- Indonesia
- Fakultas/unit
- S1 Teknik Sipil
- Disetor oleh
- Admin Repositori · terbit di repositori 04 Feb 2021
- URI
- https://repo.xbbh.net/items/1069