ANALISIS PENDETEKSIAN FRAUD SEBELUM DAN SESUDAH ADANYA PENERAPAN WHISTLEBLOWING SYSTEM (Studi Kasus pada Bank BNI KCU Majalaya)
Pembimbing: Audita Setiawan
Abstrak
Whistleblowing system merupakan sistem pelaporan pelanggaran yang disediakan oleh perusahaan yang akan mendorong partisipasi masyarakat dan karyawan perusahaan untuk mengurangi budaya “diam” menuju ke arah budaya “kejujuran dan keterbukaan” dalam mencegah terjadinya kecurangan dan korupsi dengan melaporkannya ke pihak yang dapat menanganinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendeteksian fraud sebelum dan sesudah adanya penerapan whistleblowing system. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan membagikan kuesioner kepada seluruh karyawan pada Bank BNI KCU Majalaya. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah 33 sampel. Pengujian hipotesis menggunakan Independent T-test, Shapiro Wilk, dan Paired Sample Test dengan alat bantu IBM SPSS Statistics 25. Penulis mengambil hipotesis bahwa “Terdapat perbedaan pendeteksian fraud sebelum dan sesudah adanya penerapan whistleblowing system”. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan pendeteksian fraud sebelum dan sesudah adanya penerapan whistleblowing system diterima.
Berkas
Detail
- Jenis
- Skripsi / Tesis / Disertasi — Sarjana (S1)
- Institusi
- UNIVERSITAS SANGGA BUANA YPKP BANDUNG
- Status publikasi
- Sudah terbit
- Program studi
- S1 Akuntansi · kode PDDikti 62201
- Bahasa
- Indonesia
- Fakultas/unit
- S1 Akuntansi
- Disetor oleh
- Admin Repositori · terbit di repositori 12 Nov 2019
- URI
- https://repo.xbbh.net/items/129