AKULTURASI BUDAYA DAN AGAMA DALAM TRADISI KEKEBA/NGUPATI (SYUKURAN EMPAT BULAN) IBU HAMIL DI DESA PARAKANMANGGU PARIGI PANGANDARAN
Abstrak
Negara Indonesia terdiri dari berbagai macam adat istiadat dan budaya, atau bisa dikatakan Indonesia merupakan Negara multicultre. Keberagamaan budaya tersebut menghasilkan kebisaan-kebiasaan yang berbeda di suatu tempat. Ketika budaya satu dengan budaya lainnya bercampur atau bertemu maka hal tersebut dinamakan akulturasi budaya. Proses terjadinya akulturasi bukan hanya antar budaya saja, budaya dan agamapun mengalami akulturasi. Adapun contoh kegiatan akulturasi budaya dan agama di Desa Parakanmanggu Parigi Pangandaran adalah tradisi kekeba/ngupati (syukuran empat bulan) ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah mencari tahun dan mengkaji akulturasi budaya dan agama dalam kegiatan tradisi kekeba/ngupati (syukuran empat bulan) ibu hamil di Desa Parakanmanggu Parigi Pangandaran. Metode yang digunakan adalah Kualitatif deskriftif dengan teknik pengumpulan data trianggulasi (observasi, wawancara, dokumentasi). Hasil penelitian bahwa tradisi kekeba/ngupati di Desa Parakanmanggu Parigi Pangandaran merupakan akulturasi agama dan budaya setempat, namun dalam pelaksanaannya tetap dilakukan sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW dan tidak ada kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan Agama Islam.
Berkas
Detail
- Jenis
- Makalah konferensi
- Terbit di
- Seminar Sosial Politik, Bisnis, Akuntansi dan Teknik (SoBAT) ke-3
- Halaman
- 9–18
- Tanggal terbit
- 29 November 2021
- Status publikasi
- Sudah terbit
- Bahasa
- Indonesia
- Subjek
- PSBC
- Disetor oleh
- Admin Repositori · terbit di repositori 29 Nov 2021
- URI
- https://repo.xbbh.net/items/1541