Budaya Lokal dalam Media Penyiaran Publik
Abstrak
Peran media sebagai sarana edukasi mengalami deviasi karena tergerus dengan kepentingan ekonomis media. Terlebih pada penayangan program siaran bernuansa budaya lokal. Stasiun televisi nasional enggan menayangkan acara bermuatan budaya lokal karena peminatnya sekelompok orang saja. Di stasiun televisi lokal pun prosentase durasi tayang acara budaya lokal kurang dari 50%. Dibutuhkan kebijakan khusus bagi media penyiaran publik untuk mewajibkan budaya lokal tayang lebih lama. Di sini peran regulator yaitu pemerintah mengintervensi tayangan yang jauh dari budaya khas bangsa dan mewajibkan media penyaiaran publik untuk menayangkan program acara budaya lokal. Serta KPI sebagai wasit berperan lebih aktif dalam menjaga acara siaran lebih bernuansa budaya lokal. Budaya lokal bukan sekedar kesenian tetapi banyak nilai kehidupan yang tertanam dalam budaya lokal yang bisa diejawantahkan dalam kehidupan keseharian yang mesti terus diaarkan. Media penyiaran publik adalah sarana tepat dalam mewartakan budaya lokal kepada masyarakat kini.
Berkas
Detail
- Jenis
- Artikel jurnal
- Terbit di
- Media Komunika (Jurnal Komunikasi) Universitas Sangga Buana YPKP
- Volume / Nomor
- Vol. Vol. 1 No. 1
- Halaman
- 36–41
- Penerbit
- Universitas Sangga Buana YPKP
- Status publikasi
- Sudah terbit
- ISSN
- 2540-749X
- Bahasa
- Indonesia
- Subjek
- Jurnal Media Komunika
- Disetor oleh
- Admin Repositori · terbit di repositori 11 Des 2019
- URI
- https://repo.xbbh.net/items/278