Lewati ke konten
Repositori USB YPKP
Skripsi / Tesis / Disertasi 2022

PERAN KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MENGHADAPI BABY BLUES SYNDROME (Studi Deskriptif Pada Ibu Mudadi Desa Pelitaasih Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut)

Pembimbing: SANDRA IRAWATY (NIDN/NIDK 0027117901)

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran komunikasi keluarga dalam menghadapi Baby blues syndrome pada ibu baru di Desa Pelitaasih Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa terbukanya ibu muda kepada keluarganya terkait Baby blues syndrome , untuk mengetahui bentuk komunikasi antara keluarga dengan ibu muda penderita Baby blues syndrome dan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mendukung dan menghambat peran komunikasi keluarga dalam menghadapi Baby blues syndrome pada ibu muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengamati fenomena disekitarnya dan menganalisisnya dengan menggunakan logika ilmiah. Sedangkan metode yang digunakan dalan penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif. Teknik Analasis data peneliti menggunakan model interactive model dari miles & Huberman yang unsur-unsurnya meliputi reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan conclutions drowing/verifiying. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini adalah (1) Keterbukaan ibu muda yang mengalami Baby blues syndrome di Desa Pelitaasih Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut pada keluarga masih minim dikarenakan masih kurangnya pengetahauan mengenai Baby blues syndrome dan adanya anggapan tabu mengenai kesehatan mental di masyarakat (2) Bentuk komunikasi antara keluarga dengan ibu muda yang mengalami Baby blues syndrome di Desa Pelitaasih Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut lebih efektif dilakukan dengan bentuk komunikasi interpersonal baik secara verbal atau non verbal , secara tatap muka atau melalui media elektronik. (3) beberapa faktor yang dapat mendukung peran komunikasi keluarga dalam mengaadapi Baby blues syndrome adalah memahami dalam sudut pandang masing – masing, meluangkan waktu untuk mau saling mendengarkan, berkomunikasi secara intensif, berfikiran terbuka dan positif, saling menghagai perbedaan, mempersiapkan fisik dan mental termasuk mau mencari informasi mengenai Baby blues syndrome . Sementara itu faktor yang menghambat peran komunikasi keluarga dalam menghadapi baby blues sykdrome adalah kurangnya komunikasi secara intensif didalam keluarga akan menyebabkan terjadinya disfungsi komunikasi, pikiran negatif yang ada dalam benak ibu baru, menyepelekan Baby blues syndrome , keterbatasan komunikasi secara verbal, kurangnya wawasan mengenai Baby blues syndrome , ketidakstabilan emosi dan mood, serta kurangnya kepercayaan terhadap individu lain.

Berkas

Sampul & halaman judul

Akses terbuka PDF, 2,1 MB
Unduh

Halaman awal (pengesahan, pernyataan, daftar isi)

Akses terbuka PDF, 388,8 KB
Unduh

Halaman awal (pengesahan, pernyataan, daftar isi)

Akses terbuka PDF, 379,3 KB
Unduh

5._abstark.pdf

Akses terbuka PDF, 233 KB
Unduh

Bab I Pendahuluan

Akses terbuka PDF, 1,9 MB
Unduh

Daftar pustaka

Akses terbuka PDF, 288,8 KB
Unduh

Detail

Jenis
Skripsi / Tesis / Disertasi — Sarjana (S1)
Institusi
Universitas sangga buana YPKP
Status publikasi
Sudah terbit
Program studi
S1 Ilmu Komunikasi · kode PDDikti 70201
Bahasa
Indonesia
Fakultas/unit
S1 Ilmu Komunikasi
Disetor oleh
Admin Repositori · terbit di repositori 14 Sep 2023
URI
https://repo.xbbh.net/items/2869