Lewati ke konten
Repositori USB YPKP
Skripsi / Tesis / Disertasi 2023

REPRESENTASI KOMUNIKASI AYAH DISABILITAS DENGAN ANAKNYA DI FILM MIRACLE IN CELL NO 7 (Kajian Semiotika John Fiske pada Film Miracle In Cell No. 7)

Pembimbing: ADI PERMANA SIDIK (NIDN/NIDK 0401118801)

Abstrak

Film menjadi media masa untuk merepresentasikan realitas yang terjadi dalam masyarajat. Seperti film Miracle In Cell No. 7 (2022) yang merepresentasikan komunikasi ayah disabilitas dengan anaknya. Figur ayah dapat berperan dalam berbagai hal diantaranya pengasuhan, partisipasi dalam aktivitas dan masalah pendidikan. Sebagai ayah, seseorang memiliki tanggung jawab penting dalam membimbing, mendukung, dan melindungi anak-anaknya. Ayah memiliki peran penting dalam membantu anak-anak tumbuh dan berkembang dengan memberikan cinta, perhatian, dan dukungan emosional. Perkembangan kognitif, kompetensi sosial dari anak-anal sejak dini dipengaruhi oleh kelekatan, hubungan emosional serta ketersediaan sumber daya yang diberikan oleh ayah melalui komunikasi. Akan tetapi pada kenyataannya tidak semua manusia dilahirkan dengan kesempurnaan. Ada diantara manusia yang sejak lahir atau pada saat masa perkembangan mengalami keterbatasan fisik. Hal ini menjadi masalah bagi manusia yang mengalami keterbatasan fisik atau dikenal dengan istilah penyandang disabilitas. Tujuan penelituan ini untuk merepresentasikan komunikasi yang baik antara ayah disabilitas dengan anaknya menggunakan pengkodean level realitas, level represntasi dan level ideologis. Penelitian ini bersifat kualitatif menggunakan analisis semiotika dan pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi pustaka. Dengan level pengkodean semiotika milik John Fiske, penulis menganalisis tanda yang merepresentasikan komunikasi ayah disabilitas dengan anaknya dalam film pendek tersebut. Ditemukannya pola komunikasi ayah disabilitas intelegensi dengan anaknya melalui level realitas, level representasi, dan level ideologi. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa seorang figure ayah disabilitas intelegensi tetap dapat bertanggung jawab,menjalankan perannya dan berkomunikasi dengan baik dengan anaknya. Penelitian ini menunjukan bahwa stigma terhadap penyandang disabilitas yang menganggap bahwa penyandang disabilitas intelegensi tidak akan mampu melakukan perannya dan tidak mampu berkomunikasi dengan baik dengan lingkungannya itu keliru. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat merepresentasikan penyandang disabilitas intelegensi tidak hanya dari aspek pola komunikasi saja, bisa lebih dalam dan luas.

Berkas

Sampul & halaman judul

Akses terbuka PDF, 2,4 MB
Unduh

Halaman awal (pengesahan, pernyataan, daftar isi)

Akses terbuka PDF, 370,9 KB
Unduh

Halaman awal (pengesahan, pernyataan, daftar isi)

Akses terbuka PDF, 335,5 KB
Unduh

Abstrak

Akses terbuka PDF, 2,4 MB
Unduh

Bab I Pendahuluan

Akses terbuka PDF, 2,4 MB
Unduh

Daftar pustaka

Akses terbuka PDF, 2,4 MB
Unduh

Detail

Jenis
Skripsi / Tesis / Disertasi — Sarjana (S1)
Institusi
Universitas sangga buana YPKP
Status publikasi
Sudah terbit
Program studi
S1 Ilmu Komunikasi · kode PDDikti 70201
Bahasa
Indonesia
Fakultas/unit
S1 Ilmu Komunikasi
Disetor oleh
Admin Repositori · terbit di repositori 02 Okt 2023
URI
https://repo.xbbh.net/items/2901