PENGUKURAN BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL STAF KONSULTAN IT PADA PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI, DENGAN METODE MODIFIED COOPER HARPER SCALE (MCH) DI PT. TALI CAHAYA BUANA
Pembimbing: Djoko Pitoyo (NIDN/NIDK 0430046201)
Abstrak
PT. Tali Cahaya Buana merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang IT (Informasi dan Teknologi). Perusahaan ini juga menjadi salah satu perusahaan yang menyediakan banyak produk penunjang pendidikan. Salah satu contoh produk yang saat ini masih dikembangkan yaitu produk CELS (Comprehensive Elearning System). Produk CELS merupakan aplikasi penunjang Pendidikan jarak jauh yang berbasis website. Produk ini diperuntukkan khusus untuk Pendidikan TNI Angkatan Darat. Dalam pengembangan proyek ini banyak staf konsultan IT PT. Tali Cahaya Buana yang terlibat. Permasalahan pada penelitian ini yaitu banyaknya proyek dengan target penyelesaian yang relatif pendek dan hanya berjarak 1 bulan untuk setiap proyeknya, bahkan ada yang berada di bulan yang sama, serta banyak tenaga konsultan IT yang tidak masuk bekerja karena sakit akibat cedera fisik di lokasi kerja dan terlambat akibat overtime yang berdampak pada penyelesaian proyek yang tidak tepat waktu. Fenomena-fenomena tersebut memberikan indikasi terdapatnya beban kerja fisik dan mental pada staf konsultan IT. Untuk memperbaiki kondisi saat ini, maka perlu dilakukan pengukuran beban kerja fisik dan mental dari para staf konsultan IT yang bekerja di PT. Tali Cahaya Buana. Selain untuk mengukur beban kerja fisik dan mental pada staf konsultan IT yang bekerja di PT. Tali Cahaya Buana, penelitian ini juga bertujuan untuk menghasilkan solusi perbaikan dari setiap aktivitas yang memiliki bobot beban kerja tertinggi. Metode pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode MCH (Modified Cooper Harper Scale). Langkah pengukuran beban kerja fisik dan beban kerja mental pada metode ini dilakukan berdasarkan rating dan bobot. Semakin rendah rating dan bobot yang dihasilkan, maka semakin rendah beban kerja yang dirasakan, begitupun dengan sebaliknya, semakin tinggi rating dan bobot yang dihasilkan, maka beban kerja yang dirasakan juga semakin tinggi. Berdasarkan metode ini, aktivitas yang perlu dilakukan perbaikan adalah aktivitas yang memiliki bobot di atas 80% dengan klasifikasi sangat berat. Berdasarkan hasil dari pengumpulan dan pengolahan data tidak terdapat beban kerja fisik yang tinggi karena nilai rating dan bobot kurang dari 80%. Sedangkan aktivitas non-fisik terdapat 3 aktivitas yang memiliki beban kerja tinggi yaitu : aktivitas membuat dan merinci bukti tertulis yang berkaitan dengan seluruh kondisi proyek IT, bobot 81,2% (Aktivitas non-fisik urutan 7), menciptakan suatu sistem teknologi software yang tidak bisa diretas oleh pihak asing serta memiliki koneksi yang selalu stabil dan seimbang, bobot 100% (Aktivitas non-fisik urutan 8) dan aktivitas menciptakan aplikasi software tanpa bug dalam proses pengoperasiannya, bobot 100% (Aktivitas non-fisik urutan 9). Solusi perbaikan untuk ketiga aktivitas non-fisik tersebut adalah dengan cara mengikutsertakan divisi lain dalam proses pembuatan laporan, memberikan pembekalan khusus kepada seluruh staf konsultan IT terkait software/aplikasi yang dikembangkan oleh perusahaan dan mengikutsertakan staf programmer IT untuk membantu aktivitas staf konsultan IT di lapangan.
Berkas
Detail
- Jenis
- Skripsi / Tesis / Disertasi — Sarjana (S1)
- Institusi
- Universitas Sangga Buana YPKP
- Status publikasi
- Sudah terbit
- Program studi
- S1 Teknik Industri · kode PDDikti 26201
- Bahasa
- Indonesia
- Fakultas/unit
- S1 Teknik Industri
- Disetor oleh
- Admin Repositori · terbit di repositori 30 Okt 2023
- URI
- https://repo.xbbh.net/items/2991