PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Deskriptif Kuantitatif Di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Barat)
Pembimbing: Tatang Sudrajat (NIDN/NIDK 0007026302)
Abstrak
Penelitian ini dilakukan dilakukan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif verifikatif. Pengambilan sample dilakukan dengan metode penyebaran kuisioner kepada responden, dengan jumlah responden sebanyak 39 orang. Teknik analisi data yang digunakan yakni analisis koefisien korelasi. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis secara simultan, motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah jawa Barat. Hal ini dibuktikan dengan tingkat hubungan interprestasi nilai korelasi dari setiap item koefisien korelasi hubungan motivasi kerja (x) terhadap kinerja karyawan (y) bahwa mayoritas menyatakan sebanyak 9 (42,9%) tingkat hubungannya menyatakan kuat, kemudian juga sebanyak 9 (42,9%) tingkat hubungannya menyatakan setuju dan sebanyak 3 (14,2%) menyatakan tingkat hubungannya rendah, sedangkan pada hasil sangat rendah dan sangat kuat tidak ada yang menyatakan tingkat hubungan motivasi kerja (x) terhadap kinerja karyawan (y). Dengan demikian bahwa motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Barat yakni sebesar 78,6% dalam artian memiliki tingkat hubungan yang kuat, sedangkan sisanya sebesar 21,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar motivasi kerja yang tidak dibahas oleh peneliti. Simpulan dan rekomendasi dari penelitian ini adalah bahwa motivasi kerja di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Barat sudah masuk kedalam kategori kuat. Namun ada beberapa item yang harus lebih diperhatikan yakni seperti restukturisasi pejabat yang dilaksanakan harus disesuaikan dengan kebutuhan organisasi agar dapat diterima dengan baik serta tidak adanya kekosongan pejabat di setiap unit kerja. Ini agar tidak mengganggu kelancaran proses bisnis di unit kerja terkait karena peran pejabat / top level management sangat penting di unit kerja.
Berkas
Detail
- Jenis
- Skripsi / Tesis / Disertasi — Sarjana (S1)
- Institusi
- Universitas sangga buana YPKP
- Status publikasi
- Sudah terbit
- Program studi
- S1 Administrasi Bisnis · kode PDDikti 63211
- Bahasa
- Indonesia
- Fakultas/unit
- S1 Administrasi Bisnis
- Disetor oleh
- Admin Repositori · terbit di repositori 06 Jan 2024
- URI
- https://repo.xbbh.net/items/3372