Lewati ke konten
Repositori USB YPKP
Skripsi / Tesis / Disertasi 2019

ANALISIS BEBAN KERJA KARYAWAN DI PERUSAHAAN KONVEKSI AL-HASRI GARUT

Pembimbing: Sofiani Nalwin Nurbani

Abstrak

Pada dasarnya suatu perusahaan menginginkan hasil kerja yang baik dari setiap karyawan, yaitu berupa output pekerjaan yang optimal dan berkualitas tinggi, untuk mendapatkan kinerja yang baik, perusahaan harus memiliki karyawan yang kompeten dibidangnya. Selain itu, perusahaan juga harus memiliki sistem kerja dan prosedur kerja yang baik yang tidak menimbulkan beban kerja terhadap karyawannya sehingga karyawan tidak akan mengalami kelelahan baik secara fisik maupun mental, dengan demikian pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan akan menjadi lebih efektif dan memberikan dampak baik bagi perusahaan. Perusahaan konveksi Al-Hasri Garut merupakan perusahaan yang bergerak dibidang konveksi kerudung dengan skala produksi yang cukup besar. Selama proses produksi berlangsung perusahaan konveksi Al-Hasri sering mengalami keadaan dimana waktu produksi bertambah menjadi lebih panjang dari yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Penelitian ini dilakukan pada operator jahit di perusahaan konveksi Al-Hasri garut, yang bertujuan untuk mengetahui beban kerja yang dirasakan oleh para operator jahit dengan menggunakan metode Cardiovascular Load (CVL) dan (National Aeronautics and Sapace Administration Task Load index) NASA-TLX. metode Cardiovascular Load (CVL) merupakan metode yang digunakan untuk pengukuran denyut nadi sebelum dan sesudah bekerja sedangkan (National Aeronautics and Sapace Administration Task Load index) NASA-TLX merupakan metode yang digunakan dalam menganalisis beban kerja mental yang dirasakan pekerja sebagai efek dari pekerjaan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada 30 operator jahit di perusahaan konveksi Al-Hasri Garut didapatkan hasil pengukuran beban kerja fisik dengan metode CVL terdapat sebagian operator yang mengalami kelelahan ringan sebanyak 10% dengan tingkat denyut nadi berada pada rentang 30% - ≤ 60%, Kemudian untuk 90% operator dinyatakan tidak mengalami kelelahan, hal ini didasari dengan hasil perhitungan rata-rata CVL yaitu sebesar 20% yang kemudian dibandingkan dengan katogori beban kerja menurut pernyataan Suma’mur P.K (1996) dalam Tarwaka (2004), yang menyatakan bahwa persentase tersebut masuk kedalam rentang kategori 0-30% yang artinya operator tidak mengalami kelelahan secara fisik. Sedangkan dengan metode NASA-TLX didapatkan empat dari enam indikator pengukuran beban kerja dikategorikan sangat tinggi dan dua lainnya dikategorikan tinggi dengan hasil rata-rata pengukuran beban kerja mental sebesar 81,26 yang berarti terjadi kelelahan secara mental terhadap operator jahit perusahaan konveksi Al-Hasri Garut. Adapun faktor yang menyebabkan timbulnya beban kerja adalah keterbatasan waktu penyelesaian, ketelitian operator serta banyaknya model kerudung yang dijahit.

Berkas

Sampul & halaman judul

Akses terbuka PDF, 37,1 KB
Unduh

Halaman awal (pengesahan, pernyataan, daftar isi)

Akses terbuka PDF, 93,9 KB
Unduh

Daftar pustaka

Akses terbuka PDF, 155,4 KB
Unduh

Detail

Jenis
Skripsi / Tesis / Disertasi — Magister (S2)
Institusi
UNIVERSITAS SANGGA BUANA YPKP BANDUNG
Status publikasi
Sudah terbit
Program studi
S1 Teknik Industri · kode PDDikti 26201
Bahasa
Indonesia
Fakultas/unit
S1 Teknik Industri
Disetor oleh
Admin Repositori · terbit di repositori 20 Jan 2020
URI
https://repo.xbbh.net/items/408