Lewati ke konten
Repositori USB YPKP
Skripsi / Tesis / Disertasi 2024

ANALISIS KARAKTERISTIK FISIS TANAH LEMPUNG PADA KAWASAN DELTAMAS, CIKARANG PUSAT, BEKASI

Pembimbing: Chandra Siregar Afriade (NIDN/NIDK 432.200.167)

Abstrak

Tanah lempung memiliki daya dukung rendah dan sifat kembang susut yang dapat menyebabkan masalah pada konstruksi seperti ketidakstabilan pondasi dan kerusakan infrastruktur. Oleh karena itu, analisis karakteristik tanah lempung menggunakan metode XRD dan XRF sangat penting dalam perencanaan konstruksi untuk mengidentifikasi komposisi mineral dan unsur kimia tanah, serta mengatasi potensi masalah teknis yang ditimbulkan. X – Ray Diffraction (XRD) digunakan untuk menganalisis struktur kristal tanah melalui pola difraksi sinar-X yang kemudian diolah untuk menentukan komposisi mineralnya. X – Ray Fluorescence (XRF) mengidentifikasi dan mengukur konsentrasi unsur kimia dalam tanah dengan memanfaatkan fluoresensi sinar-X yang dipancarkan oleh atom setelah ditembakkan sinar-X. Berat Isi Tanah ditentukan melalui uji laboratorium untuk menghitung berat per satuan volume tanah, yang berpengaruh pada karakteristik fisik tanah. Kadar Air Tanah mengukur jumlah air dalam tanah dengan metode pengeringan dan perhitungan perbandingan berat sebelum dan sesudah pengeringan. Berat Spesifik Tanah adalah rasio antara berat tanah terhadap berat air dan digunakan untuk memahami sifat mekanis dan hidrolik tanah. Batas – Batas Atterberg mengukur konsistensi tanah, termasuk batas cair dan plastis, yang penting untuk memahami perilaku tanah saat kelembaban berubah. Analisa Saringan dan Analisa Hidrometer digunakan untuk menentukan distribusi ukuran partikel dalam agregat, yang penting untuk memahami struktur tanah dan perilakunya dalam aplikasi teknik sipil. Metode – metode ini memberikan informasi penting tentang sifat fisik dan kimia tanah, yang dapat digunakan untuk evaluasi geoteknik dan perencanaan manajemen lahan yang lebih baik. Berdasarkan hasil analisis mineral (XRD), kimia (XRF), dan sifat fisik tanah, dapat disimpulkan bahwa tanah di daerah penelitian didominasi oleh partikel halus dengan komposisi mineral utama berupa kuarsa (79,61%), halloysite (10,22%), dan kyanite (3,03%). Secara kimia, tanah ini kaya akan silika (59,9%) dan alumina (25,0%), dengan kandungan besi oksida (7,89%). Sifat fisik tanah menunjukkan karakteristik plastisitas yang cukup tinggi, dengan kadar air rata-rata 35,99% dan indeks plastisitas (PI) sebesar 24,74%. Analisis gradasi butiran mengungkapkan dominasi silt (66,27%) dan clay (15,52%), dengan 82,24% material lolos dari saringan No. 200, mengindikasikan tekstur halus dan kapasitas retensi air yang tinggi. Secara keseluruhan, tanah ini dapat dikategorikan sebagai tanah lempung atau lanau dengan sifat plastisitas dan retensi air yang signifikan. Tanah jenis ini memerlukan perhatian khusus dalam desain dan konstruksi teknik sipil, terutama terkait dengan stabilitas dan potensi penyusutan atau pengembangan tanah akibat perubahan kadar air. Kata Kunci: Tanah Lempung, XRD, XRF, Sifat – Sifat Fisik.

Berkas

PLAGIARISME.pdf

Akses terbuka PDF, 362,2 KB CC0 (Public Domain)
Unduh

Daftar pustaka

Akses terbuka PDF, 181,1 KB CC0 (Public Domain)
Unduh

Halaman awal (pengesahan, pernyataan, daftar isi)

Akses terbuka PDF, 324,6 KB CC0 (Public Domain)
Unduh

Halaman awal (pengesahan, pernyataan, daftar isi)

Akses terbuka PDF, 693 KB CC0 (Public Domain)
Unduh

Bab I Pendahuluan

Akses terbuka PDF, 370,2 KB CC0 (Public Domain)
Unduh

Abstrak

Akses terbuka PDF, 182,3 KB CC0 (Public Domain)
Unduh

Sampul & halaman judul

Akses terbuka PDF, 33,6 KB CC0 (Public Domain)
Unduh

Detail

Jenis
Skripsi / Tesis / Disertasi — Sarjana (S1)
Institusi
UNIVERSITAS SANGGA BUANA YPKP
Tanggal terbit
26 Agustus 2024
Status publikasi
Sudah terbit
Program studi
S1 Teknik Sipil · kode PDDikti 22201
Bahasa
Indonesia
Fakultas/unit
S1 Teknik Sipil
Disetor oleh
Admin Repositori · terbit di repositori 23 Des 2024
URI
https://repo.xbbh.net/items/4986