Lewati ke konten
Repositori USB YPKP
Skripsi / Tesis / Disertasi 2025

ANALISIS DAMPAK REHABILITASI JARINGAN IRIGASI PUNDONG KABUPATEN PURWAKARTA TERHADAP RENCANA TATA TANAM GLOBAL (RTTG) DAN INDEKS PERTANAMAN (IP)

Pembimbing: Doni Romdhoni Witarsa (NIDN/NIDK 0423117606)

Abstrak

Infrastruktur irigasi berperan dalam pemenuhan kebutuhan air dari hulu hingga hilir, dimana menentukan distribusi air yang berdampak pada kuantitas air yang tersedia bagi setiap petak sawah yang ada. Hal ini perlu didukung dengann sara-na dan prasarana irigasi yang memadai. Daerah Irigasi (DI) Pundong merupakan salah satu daerah irigasi yang sudah banyak mengalami penurunan fungsi karena adanya kerusakan. Daerah Irigasi Pundok merupakan salah satu daerah irigasi bagian dari Wilayah Sungai Citarum yang terletak di Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan data dari Dinas Sumber Daya Air Provinsi Ja-wa Barat, Daerah Irigasi Pundong hanya memiliki nilai Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI) sebesar 47,24% dimana dibawah angka minimum yaitu 55% maka dibutuhkan rehabilitasi. Untuk dapat merehab satu daerah irigasi pemerintah per-lu mengalokasikan anggaran yang cukup besar. Maka diperlukan analisis sebera-pa besar dampak yang diberikan sesudah dilakukan rehabilitasi. Pada penelitian ini dilakukan analisis dampak rehabilitasi terhadap perencanaan pola tanam dan indeks pertanaman (IP). Variabel ini dipilih mengacu pada kondisi eksisting di-mana hasil produksi pertanian menjadi focus nasional mendukung program pres-iden terpilih dalam mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan. Langkah awal dalam penelitian ini adalah melakukan analisis klimatologi menggunakan data dari Stasiun Geofisika Bandung dengan Metode Penman FAO Corrected dengan acuan berdasarkan Standar Perencanaan Irigasi KP-01. Dilanjutkan dengan analisis curah hujan efektif menggunakan Data Curah dari Stasiun Cisomang, Ciherang dan Cipeusing. Analisis ketersediaan air menggunakan Metode Fj. Mock. Kemudian dilakukan analisis pola tata tanam yang paling optimum dengan debit andalan yang ada sehingga dapat dilanjutkan dengan analisis proyeksi indeks pertanaman sesudah rehabilitasi. Hasil dari penelitian ini didapatkan Q80 terbesar pada Bulan Maret Periode II sebesar 10,64 m3/s. Berdasarkan skenario pola tata tanam yang dibuat, dengan debit andalan yang ada pola tata tanam paling optimal yaitu padda pola tata tanam alter-natif IV dan V dengan pola tanam Padi – Padi – Palawija. Untuk al-ternatif IV dilakukan mulai tanam pada Desember Periode I dan untuk anternatif V dil-akukan mulai tanam pada Desember Periode II. Luas areal minimum terbesar yang dapat diairi dari kedua alternatif tersebut sebesar 3.348 Ha. Nilai proyeksi Indeks Pertanaman Daerah Irigasi sesudah rehabilitasi sebesar 214,89% dimana terdapat kenaikan sebesar 0,72%. Kenaikan ini memiliki persentase sebesar 51,05%.

Berkas

Sampul & halaman judul

Akses terbuka PDF, 352,3 KB CC0 (Public Domain)
Unduh

Halaman awal (pengesahan, pernyataan, daftar isi)

Akses terbuka PDF, 283,1 KB CC0 (Public Domain)
Unduh

Halaman awal (pengesahan, pernyataan, daftar isi)

Akses terbuka PDF, 759,1 KB CC0 (Public Domain)
Unduh

Abstrak

Akses terbuka PDF, 534,5 KB CC0 (Public Domain)
Unduh

Bab I Pendahuluan

Akses terbuka PDF, 791,1 KB CC0 (Public Domain)
Unduh

Daftar pustaka

Akses terbuka PDF, 458,6 KB CC0 (Public Domain)
Unduh

8._Cek_Plagiarisme.pdf

Akses terbuka PDF, 913,4 KB CC0 (Public Domain)
Unduh

Detail

Jenis
Skripsi / Tesis / Disertasi — Sarjana (S1)
Institusi
UNIVERSITAS SANGGA BUANA
Tanggal terbit
19 Februari 2025
Status publikasi
Sudah terbit
Program studi
S1 Teknik Sipil · kode PDDikti 22201
Bahasa
Indonesia
Fakultas/unit
S1 Teknik Sipil
Disetor oleh
Admin Repositori · terbit di repositori 27 Mei 2025
URI
https://repo.xbbh.net/items/5434