ANALISIS HAZARD UNSAFE ACTION MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DAN PENGENDALIAN RISIKO MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) (Studi Kasus Warehouse PT. Heinz ABC Indonesia)
Pembimbing: Nurwathi Nurwathi (NIDN/NIDK 0412076801)
Abstrak
PT. Heinz ABC Indonesia merupakan anak perusahaan H.J. Heinz Company Limited, sebuah perusahaan multinasional yang berbasis di Amerika Serikat. PT. Heinz ABC Indonesia memiliki 3 (tiga) pabrik manufaktur di Indonesia yang bergerak dibidang industri makanan. Dari hasil penelitian terhadap PT. Heinz ABC Indonesia memiliki permasalahan yang ditemukan pada area warehouse yaitu adanya temuan hazard unsafe action (perilaku tidak aman). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi bahaya, penilaian dan memberikan rekomendasi pengendalian pada area warehouse. Metode yang digunakan pada tahap identifikasi bahaya, peneliti menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) serta pada tahap penilaian risiko dan pengendalian risiko peneliti menggunakan metode HIRARC. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap identifikasi bahaya terdapat 9 (sembilan) hazard unsafe action (perilaku tidak aman) yaitu : Tumpukkan pallet terlalu tinggi, pekerja tidak menggunakan safety helmet saat berkeliling rak, mobil DC (Distribution Center) berada dijalur pejalan kaki, memasang terpal tanpa menggunakan safety body harness, pekerja berdiri di area loading dock forklift, mengikat barang diatas truk tanpa menggunakan safety body harness, pekerja berjalan dijalur forklift, pekerja duduk diatas tumpukan pallet dan area battery charger forklift tidak dirapihkan. Serta terdapat 2 (dua) jenis bahaya yaitu bahaya perilaku dan bahaya fisik. Pada tahap penilaian risiko didapatkan hasil bahwa terdapat 8 (delapan) risiko (89%) dengan peringkat risiko medium risk yaitu : tumpukkan pallet terlalu tinggi, pekerja tidak menggunakan safety helmet saat berkeliling rak, mobil DC (Distribution Center) berada dijalur pejalan kaki, memasang terpal tanpa menggunakan safety body harness, pekerja berdiri di area loading dock forklift, mengikat barang diatas truk tanpa menggunakan safety body harness, pekerja berjalan dijalur forklift dan area battery charger forklift tidak dirapihkan. Dan terdapat 1 (satu) risiko (11%) dengan peringkat risiko low risk seperti : pekerja duduk diatas tumpukan pallet. Pengendalian risiko dilakukan dengan mengacu pada hirarchy of control. Rekomendasi pengendalian risiko yang dapat dilakukan pada area warehouse yaitu : pengendalian rekayasa teknik, administratif dan alat pelindung diri (APD). Kata Kunci : Hazard Unsafe Action (Perilaku Tidak Aman), Job Safety Analysis (JSA), HIRARC, Warehouse.
Berkas
Detail
- Jenis
- Skripsi / Tesis / Disertasi — Sarjana (S1)
- Institusi
- UNIVERSITAS SANGGA BUANA YPKP
- Tanggal terbit
- 15 Maret 2022
- Status publikasi
- Sudah terbit
- Program studi
- S1 Teknik Industri · kode PDDikti 26201
- Bahasa
- Indonesia
- Fakultas/unit
- S1 Teknik Industri
- Disetor oleh
- Admin Repositori · terbit di repositori 26 Mei 2025
- URI
- https://repo.xbbh.net/items/5513