PERBANDINGAN KEBUTUHAN MATERIAL FONDASI UNTUK STRUKTUR SELF SUPPORTING TOWER (SST) 41 METER 3 KAKI
Pembimbing: Chandra Afriade Siregar (NIDN/NIDK 0418047301)
Abstrak
Efisiensi penggunaan material dalam suatu konstruksi sangat diperlukan agar berdiri konstruksi yang aman dan efisien sesuai fungsi konstruksinya. Perkembangan telekomunikasi selular di Indonesia mengalami peningkatan perkembangan yang sangat pesat baik dari sisi teknologi, variasi layanan maupun jumlah pelanggannya. Saat ini jaringan telekomunikasi selular di Indonesia sudah mulai beranjak ke jaringan 5G sehingga kebutuhan akan infrastruktur berupa menara telekomunikasi yang berupa bangunan khusus yang berfungsi sebagai sarana penunjang untuk menempatkan peralatan telekomunikasi khususnya untuk keperluan tower Base Transceiver Station (BTS) juga meningkat pesat. Jenis fondasi yang dianalisis adalah fondasi telapak, fondasi pelat, dan fondasi borpile. Fondasi telapak dengan dimensi 300 x 300 cm2 dengan tebal 45 cm dan kedalaman 250 cm dengan biaya Rp.173.843.580,00, fondasi pelat dengan dimensi 800 x 800 cm2 dan tebal 45 cm pada kedalaman 100 cm dengan biaya Rp.227.329.093,00, dan fondasi bored pile sebanyak 2 tiang dengan diameter 40 cm dengan panjang 200 cm pada kedalaman 150 cm dengan biaya Rp.124.157.011,00. Dari ketiga fondasi tersebut diatas maka digunakan jenis fondasi borpile dengan harga yang lebih murah. Kata Kunci : fondasi telapak, fondasi pelat, fondasi borpile
Berkas
Detail
- Jenis
- Skripsi / Tesis / Disertasi — Sarjana (S1)
- Institusi
- UNIVERSITAS SANGGA BUANA YPKP
- Tanggal terbit
- 19 April 2022
- Status publikasi
- Sudah terbit
- Program studi
- S1 Teknik Sipil · kode PDDikti 22201
- Bahasa
- Indonesia
- Fakultas/unit
- S1 Teknik Sipil
- Disetor oleh
- Admin Repositori · terbit di repositori 18 Jun 2025
- URI
- https://repo.xbbh.net/items/5642