ANALISA KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL MENGGUNAKAN METODE MKJI 1997 (STUDI KASUS: SIMPANG JL. BATUJAJAR - JL. CIMAREME)
Pembimbing: Chandra Afriade Siregar (NIDN/NIDK 0418047301)
Abstrak
Salah satu tempat yang sering mengakibatkan kemacetan adalah persimpangan, Persimpangan merupakan pertemuan titik konflik kendaraan dari berbagai arah. Salah satu titik lokasi persimpangan yang sering mengalami kemacetan di kota Bandung Barat adalah persimpangan jl.batujajar - jl.cimareme yang berada di kecamatan padalarang, persimpangan ini termasuk kedalam persimpangan tak bersinyal. Meningkatnya jumlah pengguna lalu lintas membuat persimpangan ini membutuhkan manajemen yang tepat untuk mengurai kemacetan yang terjadi dilokasi tersebut. Persimpangan ini memiliki dua jalur jalan, yaitu jalur jl.batujajar, dan jalur jl.cimareme. Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu adanya penelitian terhadap persimpangan tak bersinyal jl.Batujajar - jl.Cimareme berdasarkan metode MKJI 1997, untuk mengetahui kinerja dari persimpangan tersebut dan mencari alternatif yang terbaik untuk permasalahan yang ada, agar kemacetan dilokasi tersebut dapat diatasi dengan sebaik baiknya. Hasil analisa kinerja simpang tak bersinyal pada lokasi eksisting menunjukan hasil yang kurang baik. Berdasarkan perhitungan MKJI 1997 nilai derajat kejenuhan yang didapat adalah 0,91, tundaan lalu lintas simpang 11,62 det/smp, tundaan lalu lintas jalan utama 8,38 det/smp, tundaan lalu lintas jalan minor 16,62 det/smp, tundaan geometrik simpang 4, tundaan simpang 15,62 det/smp, dan peluang antrian 34% - 65%. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut maka diperlukan suatu alternatif yang dapat mengatasi permasalahan tersebut agar derajat kejenuhan bisa lebih kecil dari 0,75. Untuk mengatasi permasalahan yang ada pada simpang jl. Cimareme – jl. Batujajar dilakukan beberapa rekayasa lalu lintas diantranya adalah sebagai berikut, Pemasangan alat pemberi sinyal lalu lintas (apill) pada persimpangan eksisting. Berdasarkan alternatif solusi diatas simpang cimareme-batujajar menunjukan hasil yang memenuhi MKJI 1997 (DS < 0,75). Perhitungan derajat kejenuhan tertinggi didapat 0,604 dengan arus lalu lintas 730 smp/jam, kapasitas 1208 smp/jam, NQ 11,59, panjang antrian 107 m, tundaan rata rata 18,2 det/smp. Kata Kunci : Persimpangan, MKJI 1997, Analisa eksisting dan optmalisasi
Berkas
Halaman awal (pengesahan, pernyataan, daftar isi)
Detail
- Jenis
- Skripsi / Tesis / Disertasi — Sarjana (S1)
- Institusi
- UNIVERSITAS SANGGA BUANA YPKP
- Tanggal terbit
- 20 April 2022
- Status publikasi
- Sudah terbit
- Program studi
- S1 Teknik Sipil · kode PDDikti 22201
- Bahasa
- Indonesia
- Fakultas/unit
- S1 Teknik Sipil
- Disetor oleh
- Admin Repositori · terbit di repositori 18 Jun 2025
- URI
- https://repo.xbbh.net/items/5679