ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL (STUDI KASUS: SIMPANG JL. DR. SETIABUDI DAN JL. SERSAN BAJURI)
Pembimbing: Chandra Afriade Sieegar (NIDN/NIDK 0418047301)
Abstrak
Pada simpang Jalan Dr. Setiabudi dan Jalan Sersan Bajuri ini sering terjadi tundaan. Hal ini dikarenakan pada Jalan Sersan Bajuri dijadikan Jalan Alternatif bagi kendaraan yang dari arah Bandung Selatan menuju Kawasan Lembang dan Cimahi. Banyaknya kendaraan dari Jalan Dr. Setiabudi dan Jalan Sersan Bajuri menyebabkan tundaan yang sering terjadi. Ditambah terdapat pertokoan, pemukiman warga dan juga Terminal Angkutan Umum disana yang tidak memilikim lahan parkir yang cukup luas, sehingga sering terjadi berhentinya bahkan parkir kendaraan di Jalan Dr. Setiabudi sehingga menyebabkan meningkatnya volume lalu-lintas yang menyababkan banyaknya kendaraan yang berhenti untuk menurunkan penumpang atau barang sehingga menurunnya kecepatan arus lalu-lintas, dan juga meningkatnya kapasitas jalan sehingga pada jam-jam tertentu seeing terjadi tundaan, hal ini yang mempengaruhi kelancaran arus lalu-lintas pada persimpangan tak bersinyal ini. Oleh karena itu, perlu dilakukannya analisis dan pencarian solusi alternatif agar kinerja simpang ini dapat di optimalkan. Analisis Kinerja Persimpangan Jalan Dr. Setiabudi dan Jalan Sersan Bajuri pada kondisi eksisting dimulai dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Setelah diperoleh kedua data tersebut dilanjutkan dengan mengolah data dengan Program Microsoft Excel yang berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Berdasarkan hasil analisis data pada kondisi eksisting didapatkan nilai tertinggi pada Hari Minggu, 29 Januari 2023 sebagai berikut : a. Arus Lalu Lintas (Q) = 4329,4 smp/jam b. Kapasitas (C) = 3739,782 smp/jam c. Derajat Kejenuhan (DS) = 1,15 d. Peluang Antrian (QP)% = 48,88 % - 97,78 % e. Tundaan Simpang (D) = 33,51 det/smp Hal ini menunjukan bahwa kinerja simpang Jl. Dr, Setiabudi dan Jl. Sersan Bajuri dilihat dari Karakteristik Lalu Lintas (Q/C) masuk kedalam Tingkat Pelayanan F. Kemudian dilakukan skema alternatif optimalisasi pada Hari Minggu 29 Januari 2023 yaitu dengan mengurangi hambatan samping menjadi kategori rendah serta pelarangan belok kanan pada Pendekat Utara Jalan Dr. Setiabudi dan Pendekat minor, sehingga di peroleh nilai : a. Arus Lalu Lintas (Q) = 4329,4 smp/jam b. Kapasitas (C) = 5396,311 smp/jam c. Derajat Kejenuhan (DS) = 0,8 d. Peluang Antrian (QP)% = 25,808 % - 51,285 % e. Tundaan Simpang (D) = 13,068 det/smp Sehingga dilihat dari Karakteristik Lalu Lintas (Q/C) masuk kedalam Tingkat Pelayanan D dimana arus mendekati stabil, dengan kecepatan masih dapat dikendalikan. Kata kunci: Simpang Tak Bersinyal, Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.
Berkas
Detail
- Jenis
- Skripsi / Tesis / Disertasi — Sarjana (S1)
- Institusi
- Universitas Sangga Buana YPKP
- Tanggal terbit
- 16 Maret 2023
- Status publikasi
- Sudah terbit
- Program studi
- S1 Teknik Sipil · kode PDDikti 22201
- Bahasa
- Indonesia
- Fakultas/unit
- S1 Teknik Sipil
- Disetor oleh
- Admin Repositori · terbit di repositori 08 Sep 2025
- URI
- https://repo.xbbh.net/items/6328