MAKNA BAHAYA JUDI ONLINE MELALUI TARI KONTEMPORER SEBAGAI KOMUNIKASI NON-VERBAL (Pendekatan Semiotika Charles Sanders Peirce Dalam Tarian Duga Rumeksa Karya Julfa Auliya)
Pembimbing: TANTO TRISNO MULYONO (NIDN/NIDK 0423098604)
Abstrak
Penelitian ini mengkaji makna bahayanya dari judi online melalui tari kontemporer sebagai media komunikasi non-verbal dengan menerapkan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce dalam tarian Duga Rumeksa karya Julfa Auliya. Penelitian ini dilatar belakangi dengan perkembangan teknologi yang menimbulkan peningkatan perjudian di Indonesia atau disebut judi online yang memberikan dampak negatif baik secara ekonomi, psikologis, maupun sosial bagi masyarakat, terutama di kalangan generasi muda yang seharsunya menjadi penerus bangsa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis elemen-elemen tanda semiotik yang terdapat pada pertunjukan tari Duga Rumeksa dengan menggunakan teori semiotika Charles Sanders Pierce. Analisis ini melalui 3 unsur utama yaitu bentuk tanda (representament), object (rujukan tanda), dan makna atau pemahaman (interpretant). Dengan pendekatan ini penelitian berusaha mengkaji bagaimana simbol-simbol dalam tarian berfungsi sebagai media komunikasi non-verbal. Metode yang diterapkan pada penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, kondensasi data, kesimpulan dan verifikasi data makna tanda untuk memperoleh kesimpulan yang valid. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan triangulasi sumper, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen gerakan, kostum, tata rias, dan alat pendukung visual dalam tari Duga Rumeksa dalam merepresentasikan kondisi psikologis dan sosial yang dialami oleh pelaku judi online. Makna yang dihasilkan yaitu bahayanya melakukan judi online dan mengajak penonton sekaligus pelaku judi online untuk sadar bahwa judi online menimbulkan dampak negatif yang membawa kerugian besar, baik secara ekonomi, psikologis, maupun sosial. Tari Duga Rumeksa berhasil dalam menyampaikan pesan bahwa kebangkitan dan kebebasan dari jeratan judi online bisa melalui kesadaran dari diri sendiri maupun dari orang terdekat dan tekad diri sendiri. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa tari Duga Rumeksa berfungsi secara efektif sebagai media komunikasi non-verbal yang tidak hanya menyajikan keindahan saja, tetapi juga menyampaikan kritik sosial terhadap judi online yang bersifat memberi kesadaran dan persuasif. Tari Duga Rumeksa karya Julfa Auliya ini menjadi bukti bahwa kesenian khususnya seni tari memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap isu sosial yaitu bahaya dari judi online. Kata Kunci: Duga Rumeksa, Judi Online, Tari Kontemporer, Semiotika Charles Sanders Pierce, Representasi, Kritik Sosial.
Berkas
Detail
- Jenis
- Skripsi / Tesis / Disertasi — Sarjana (S1)
- Institusi
- Universitas Sangga Buana YPKP
- Tanggal terbit
- 28 Agustus 2025
- Status publikasi
- Sudah terbit
- Program studi
- S1 Ilmu Komunikasi · kode PDDikti 70201
- Bahasa
- Indonesia
- Fakultas/unit
- S1 Ilmu Komunikasi
- Disetor oleh
- Admin Repositori · terbit di repositori 22 Sep 2025
- URI
- https://repo.xbbh.net/items/6761