TINJAUAN KAPASITAS DAYA DUKUNG TANAH METODE MEYERHOOF TERHADAP FUNGSI LEBAR DAN KEDALAMAN PONDASI TELAPAK
Pembimbing: Chandra Afriade Siregar
Abstrak
Fungsi dari lebar pondasi terhadap kapasitas daya dukung tanah Metode Meyerhoof akan menurunkan daya dukungnya. Hal ini bisa dilihat dari hasil analisis daya dukung pondasi telapak dengan kedalaman 1.00 meter, lebar pondasi (B) = 0.50 m didapat qall = 96.26 kN/m2, lebar pondasi (B) = 1.00 m didapat qall = 63.55 kN/m2, lebar pondasi (B) = 1.50 m didapat qall = 49.67 kN/m2, dan lebar pondasi (B) = 2.00 m didapat qall = 43.56 kN/m2. Perubahan lebar pondasi (B) dari 0.50 meter menjadi 2.00 meter maka terjadi penurunan daya dukung tanah sebesar 54.75%. Fungsi dari kedalaman pondasi terhadap peningkatan kapasitas daya dukung tanah Metode Meyerhoof akan meningkatkan daya dukungnya. Hal ini bisa dilihat dari hasil analisis daya dukung pondasi telapak dengan lebar 1.00 meter, kedalaman pondasi (Df) = 0.50 m didapat qall = 23.86 kN/m2, kedalaman pondasi (Df)) = 1.00 m didapat qall = 63.55 kN/m2, kedalaman pondasi (Df) = 1.50 m didapat qall = 105.57 kN/m2, dan kedalaman pondasi (Df) = 2.00 m didapat qall = 147.60 kN/m2. Perubahan kedalaman pondasi (Df) dari 0.50 meter menjadi 2.00 meter maka terjadi peningkatan daya dukung tanah 518.61%.
Berkas
Detail
- Jenis
- Skripsi / Tesis / Disertasi — Sarjana (S1)
- Institusi
- UNIVERSITAS SANGGA BUANA YPKP BANDUNG
- Status publikasi
- Sudah terbit
- Program studi
- S1 Teknik Sipil · kode PDDikti 22201
- Bahasa
- Indonesia
- Fakultas/unit
- S1 Teknik Sipil
- Disetor oleh
- Admin Repositori · terbit di repositori 23 Jul 2020
- URI
- https://repo.xbbh.net/items/703