PENENTUAN LOKASI KAFE DI KOTA BANDUNG BERDASARKAN MINAT KONSUMEN MENGGUNAKAN METODE TOPSIS
Pembimbing: Ahmad Munandar (NIDN/NIDK 432200189)
Abstrak
Kota Bandung dikenal sebagai destinasi wisata kuliner yang terus berkembang, dengan jumlah tempat makan, restoran, dan kafe meningkat dari 1.448 pada 2020 menjadi 3.080 pada 2024. Usaha kafe berkembang pesat dan tidak hanya berfungsi sebagai tempat makan dan minum, tetapi juga sebagai ruang berinteraksi, bekerja, dan bersantai. Dalam menentukan lokasi kafe, preferensi konsumen menjadi pertimbangan penting sehingga diperlukan pendekatan untuk mengidentifikasi prioritas variabel secara objektif dan terukur. Penelitian ini bertujuan mengetahui prioritas variabel dalam menentukan lokasi kafe di Kota Bandung berdasarkan preferensi konsumen serta merekomendasikan lokasi optimal menggunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Prioritas variabel dianalisis menggunakan Borda Count, sedangkan TOPSIS digunakan untuk menentukan lokasi terbaik dari 30 kecamatan di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sembilan variabel yang menjadi pertimbangan konsumen, dengan kualitas produk sebagai variabel paling diprioritaskan berdasarkan skor Borda sebesar 2,463, diikuti aksesibilitas, suasana lingkungan, harga, visibilitas, kualitas layanan, keamanan, akses parkir, dan kedekatan target pasar. Hasil TOPSIS menunjukkan Kecamatan Bandung Wetan sebagai lokasi paling optimal dengan nilai preferensi tertinggi sebesar 0,806. Kata Kunci: borda count, kafe, lokasi usaha, minat konsumen, topsis
Berkas
Detail
- Jenis
- Skripsi / Tesis / Disertasi — Sarjana (S1)
- Institusi
- UNIVERSITAS SANGGA BUANA YPKP
- Tanggal terbit
- 06 Agustus 2026
- Status publikasi
- Sudah terbit
- Program studi
- S1 Teknik Industri · kode PDDikti 26201
- Bahasa
- Indonesia
- Fakultas/unit
- S1 Teknik Industri
- Disetor oleh
- Admin Repositori · terbit di repositori 21 Sep 2026
- URI
- https://repo.xbbh.net/items/8783